Memiliki harapan dalam sebuah ikatan yaitu sesuatu yang wajar.
Karena memang dengan adanya harapanlah menciptakan kita mempunyai antusiasme untuk menjalani hubungan, yang memunculkan hasrat untuk menjalani cinta dalam mencapai tujuan yang kita tetapkan.
Berharap bahagia, langgeng, dan mungkin juga berharap hingga pelaminan.
Andai saja hidup ini selalu dipenuhi dengan kesuksesan, maka hidup ini tidak akan menarik.
Nggak perlu susah payah dijamin sukses, yummy betul!
Karena itu kita seharusnya layak bersyukur dan siap untuk mendapatkan segala konsekuensi dari sebuah harapan yang kita agungkan. Karena itulah seni hidup, ada perjuangan maka akan ada hasil.
Jika pada kesudahannya apa yang menjadi impian kita ternyata berakhir tak sejalan, itu yaitu yang terbaik. Jalan yang semula terang bisa redup ditengah jalan yaitu konsekuensi yang harus kita hadapi dengan lapang dada.
Banyak dari kita yang memahami wacana hal ini, dan menyampaikan siap untuk menghadapinya,
Tapi kenyataannya meskipun dari kita memahami wacana ini, pada pelaksanaannya seringkali menolak dan mengabaikan, serta tidak mengikhlaskan ketika terjadi kegagalan.
Padahal kegagalan dalam sebuah korelasi yaitu sesuatu yang wajar.
Hidup yaitu ibarat roda yang berputar, penuh misteri diluar kehendak kita. Maka siapapun tak akan pernah tahu akan nasibnya kelak. Kita hanya diberi kuasa untuk berusaha, itupun tak menjamin hidup kita akan berakhir sama ibarat yang kita inginkan.
Dan Jangan pernah menyampaikan bahwa hidup ini tak adil ketika kita mengalami kepahitan.
Berbicara wacana ketidak adilan, sesungguhnya kita sendirilah yang nggak adil. Ingin merasa senang tapi tidak mau mendapatkan luka. Bagaimana bisa?
Untuk itulah kita perlu memberi garis batas wacana harapan.
Agar apa yang kita inginkan menjadi kasatmata maka harus menyesuaikan dengan logika. Tidak asal membabi buta.
Berharap itu boleh tapi harus yang sewajarnya biar ketika kegagalan menghampiri kita, kita bisa menerimanya dengan terbuka dan ikhlas.
Harapan terletak di dalam pikiran, kita yang menentukannya, bukan orang lain
Sebelum menerapkan cara untuk tidak terlalu berharap dengan pasangan, kita harus memahami terlebih dahulu wacana konsep sebuah harapan.
Mungkin kalian akan bertanya
Apa pentingnya tahu ini?
Ini penting dan sangat besar lengan berkuasa terhadap hidup kita!
Kita tahu bahwa harapan yaitu sesuatu yang terletak di dalam pikiran.
Harapan berasal dari pikiran kita yang terbentuk dari sebuah kepercayaan terhadap seseorang yang memunculkan sebuah keinginan,kemudian kita meyakini bahwa apa yang kita inginkan dari beliau akan berakhir baik.
Tapi apakah kita bisa menjamin bahwa semua hal akan berakhir baik?
Lantas bagaimana jikalau keinginan itu tidak terwujud?
Untuk itulah ketika penting memberi batasan wacana harapan biar meminimalkan terjadinya perasaan terluka alasannya yaitu tidak bisa mewujudkan impian.
Lalu apa yang bisa dilakukan?
Hal yang harus dilakukan yaitu dengan tidak menaruh harapan yang terlalu berlebihan kepada orang lain.
Kita memang boleh percaya padanya, tapi jangan mempercayakan sepenuhnya.
Kebahagiaan kita terletak ditangan kita sendiri, bukan orang lain.
Orang lain hanyalah sebagai pendukung untuk mewujudkan kebahagiaan kita.
Harapan yang realistis dalam sebuah hubungan
Dalam sebuah korelasi pun berlaku sama, boleh mempunyai harapan tapi sewajarnya.
Kewajaran dalam memutuskan sesuatu yaitu hal utama yang harus tanamkan dihati. Ini yaitu kunci utama untuk bisa menekan pikiran biar tidak terlalu berharap sama dia.
Karenanya kita perlu menghindari kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan ketika menjalin kasih dengan seseorang.
Hal-hal berikut ini yaitu sikap yang salah yang perlu kau hindari ketika menjalani sebuah hubungan.
1. Memiliki ekspektasi yang berlebihan wacana masa depan kau bersamanya
Dalam sebuah korelasi seringkali kita mempunyai harapan daan tujuan yang berlebih wacana masa depan bersamanya. Karena itu muncullah keyakinan yang besar, keyakinan bahwa ia bisa mewujudkan harapan sesuai dengan apa yang kau pikirkan.
Inilah yang bisa menjadi pemicu sakit hati dan menciptakan hancur perasaan diri sendiri alasannya yaitu mempunyai harapan yang terkadang kurang rasional.
Kita mungkin sayang dan cinta padanya, akan tetapi jangan terlalu berlebihan dalam memutuskan tujuan wacana masa depan bersamanya sebelum ada ikatan yang jelas.
Masa pacaran hanyalah sebuah masa dimana kita gres berusaha mengenal satu sama lain, maka sewajarnya dalam menjalani siklus ini pemikiran kita haruslah rasional alasannya yaitu segala hal bisa terjadi.
Kita tidak tahu kedepannya akan bagaimana bersama dia.
Masa pacaran pun yaitu masa yang cukup rawan terjadinya pemutusan sepihak, ini alasannya yaitu tidak adanya ikatan, sehingga dalam situasi ini orang bebas melaksanakan apapun.
Maka sebaiknya dalam masa pacaran hindari untuk menggantungkan harapan yang berlebih wacana tujuan hidup kau kedepan dengan dia.
Akan lebih baik jikalau kau memikirkan masa depan kau sendiri, meraih mimpi-mimpi kamu. Banyak sisi kehidupan kau yang lebih luas untuk kau eksplore dan gali dalam mencapai misi hidupmu yang lebih baik.
Dia hanyalah percikan kecil yang hadir di dalam kehidupanmu, maka akan sangat rugi ketika tujuan kau hanya terfokus demi dia.
2. Menganggap Dia sebagai sumber kebahagiaan kamu, padahal Sumber kebahagian kau yaitu diri kau sendiri
Jangan pernah menyampaikan bahwa senang kau bersumber dari dia. Kebahagiaan kau yaitu berasal dari diri kau sendiri.
Bahagia yaitu sebuah perasaan yang ada dipikiran, jadi bukan alasannya yaitu orang lain.
Dia hanyalah mediator yang dihadirkan ilahi untuk mengisi hati kamu. Hanya sebagai cara untuk membentuk sebuah perasaan nyaman dan lainnya. Tapi bukan berarti senang kau hanya berasal dari dia.
Kehidupan kita tidak hanya sebatas dengan dia. Maka senang pun sama nggak hanya bersumber dari dia.
Karena jikalau kau merasa bahwa hidupmu yang senang ketika ini hanya dari dia, maka kau sangat salah.
Bagaimana jikalau pada kesudahannya beliau ninggalin kamu? Berarti selamanya kau nggak bisa bahagia?
Untuk itu perlu diterapkan bahwa segala sesuatu haruslah sewajarnya. Jangan melebihkan segala hal, termasuk menganggap beliau sebagai orang yang paling istimewa dalam hidupmu dan menggapnya sebagai satu-satunya sumber bahagiamu.
Realistislah dalam memandang kehidupan, faktanya kau hidup tidak hanya dengan dia.
Kamu pun bisa mendapatkan senang dengan sobat atau keluargamu, bukankah ketika itu terjadi maka senang yang hadir ke dalam hidupmu akan menjadi tumpah ruah.
3. Menjadi sepasang kekasih harus selalu bertemu dan pergi kemana aja harus ditemani dia, yaitu sebuah pandangan yang salah.
Memiliki pacar seringkali menciptakan kita lupa diri bahwa kehidupannya tidaklah sesempit yang kita kira.
Realita umum yang seri berlaku dalam kamus pacaran yaitu bahwa pacar lebih utama dan lebih penting dari pada hal lainnya.
Kita seringkali mengorbankan kesepakatan dengan keluarga, sahabat, hanya untuk bertemu kekasih.
Kondisi ini terjadi secara tidak kita sadari telah menciptakan kita menjadi pribadi yang egois, yaitu mengabaikan orang lain yang ada disekitar kita demi kekasih. Ada kecenderungan didalam pikiran yang menganggap bahwa bertemu pasangan lebih penting.
Pacaran pun seringkali menciptakan kita menjadi pribadi yang mulai besar kepala dan sombong, hal ini juga terjadi secara tidak kita sadari.
Dulu sebelum punya pacar, kita sering keluar jalan bareng sama sahabat, lantas setalah pacaran kita menjadi tidak ingat dengan mereka. Kita lebih asik jalan berdua dan menghabiskan waktu bersamanya, sehingga orang lainnya mulai kita abaikan.
Ketika ada sahabat yang mengajak keluar pun kita seringkali bilang malas dengan alasan bertemu pacar,.
Lalu apakah salah bertemu pasangan?
Bertemu pasangan bukanlah sebuah kesalahan, alasannya yaitu hal ini yaitu salah satu tuntutan untuk menjaga korelasi tetap erat. Meskipun demikian Kita mesti adil dalam memanajemen waktu, hidup kita juga butuh kestabilan, berinteraksi dengan orang lainnya. Tanpa menjalani hidup dengan kestabilan, maka akan menjadi timpang sebelah ketika terjadi sebuah masalah.
Bagaimana jikalau suatu ketika beliau pergi. Bukankah hidupmu akan bertambah susah.
Dan ingatlah bahwa untuk membangun komunikasi dengan orang disekitarmu ketika beliau pergi tidaklah mudah. Akan sangat sulit untuk berinteraksi dengan orang yang mulai abnormal dalam hidupmu.
Kesusahan lainnya yaitu tidak akan ada orang yang akan menyemangati kau disaat kau terpuruk. Karena orang-orang yang dulu bersahabat kau sudah menjauh alasannya yaitu perilakumu. Itukah yang kau inginkan?
4. Memiliki sikap dan tindakan bahwa apapun akan kau lakukan untuk membahagiakan beliau yaitu sebuah kebodohan
Karena cinta kepadanya yang amat besar, maka kau berusaha untuk melaksanakan apapun demi menciptakan bahagia.
Hei sadarlah, itu yaitu kesalahan terbesar.
Bagaimana kau bisa merasa senang dan nyaman bersamanya jikalau apa yang kau lakukan selama ini hanya berpusat ingin membuatnya bahagia. Bukankah dengan kau melaksanakan itu sama saja menyiksa diri kau sendiri ketika kau melaksanakan hal yang tidak kau sukai alasannya yaitu hanya ingin melihat beliau tersenyum.
Pikiranmu yang terpusat pada tujuan untuk membahagiakan dia, secara tidak eksklusif juga telah mengabaikan hakmu, kau juga mempunyai hak untuk dibahagiakan olehnya.
Jalinan kasih yang ideal seharusnya disertai dengan kebijaksanaan budi serta tumbuh secara adil. Semua hal yang berjalan harus juga ditimbang dan diukur untuk melihat kesalahan yang bisa diperbaiki.
Membahagiakan pasangan yaitu keutamaan yang harus dilakukan tapi harus pula mempertimbangkan cara yang dilakukan untuk menempuhnya dengan bijaksana.
Apakah cara yang kita lakukan itu melanggar norma atau tidak. Apakah hal yang kita tindakkan itu menyalahi aturan atau tidak, dan apakah hal itu merugikan kita atau tidak.
Tanpa disertai dengan kebijaksanaan yang sehat, maka kita akan cenderung melaksanakan kecerobohan alasannya yaitu tidak berpikir wacana konsekuensi yang akan terjadi.
Jika apa yang kau lakukan untuk menciptakan beliau senang yaitu sesuatu yang memang salah, maka kau tak perlu melakukannya. Jika beliau memaksamu, maka beliau bukan orang yang sempurna untuk kamu.
5. Terlalu percaya padanya alasannya yaitu kau menduga sudah tahu banyak hal wacana dia
Kamu menyayangi beliau dengan dengan sepenuh hati, maka kau pun sangat mempercayainya. Kepercayaan yang besar menciptakan kau berpikir postif bahwa beliau bisa memenuhi apa yang menjadi harapan kamu. Padahal kau tidak pernah tahu niscaya wacana hatinya dan wacana bagaimana simpulan dongeng cintamu dengannya.
Untuk kau yang penting sekarang yaitu kepercayaan. Sehingga kau terkadang mengabaikan perkataan orang lain yang berbicara tentangnya.
Ini alasannya yaitu kau merasa bahwa kau sudah sangat paham dan tahu betul wacana dia.
Akan tetapi apakah memang demikian?
Apakah kau bisa menjamin bahwa hatinya sudah mantap denganmu?
Apa yang menciptakan kau betul-betul yakin?
Apakah alasannya yaitu beliau selalu bersikap baik dan cantik kepadamu, bersikap mesra dan romantis di depanmu? Tapi bagaimanakah ketika kau tidak bersamanya?
Ingatlah bahwa hidup ini ibarat putaran waktu, wacana sikap beliau selama ini bisa saja berubah kapanpun. Siapa yang bisa menjamin bahwa rasa cinta akan selalu ada, bagaimana jikalau nanti beliau berubah? Apakah kau siap sakit mendapatkan kenyataan bahwa apa yang selama ini kau gantungkan kepadanya berkembang menjadi bubuk yang berterbangan.
Maka baiknya dalam cinta menaruh kepercayaan dengan sepantasnya. Kamu memang diharuskran percaya dia, alasannya yaitu kepercayaan yaitu hal yang baik untuk sebuah hubungan. Meskipun demikian, menaruh kepercayaan juga dihentikan sepenuhnya. Harus pula mempertimbangkan wacana baik-buruknya.
6. Terlalu tergantung padanya tanpa kau sadari menciptakan kau semakin rapuh
Dalam jalinan kasih seringkali tanpa kita sadari, kita menciptakan kesalahan dengan terlalu bergantung padanya. Meskipun kita menyangkal bahwa kita tidak menggantungkan hidup ke dia, akan tetapi pada realittanya apa yang kita lakukan selama ini tidak pernah jauh dari sikap yang cenderung mencirikan ketergantungan dalam banyak hal ke dia.
Kemana aja pengen ditemeni, tiap malam pengen smsan atau teleponan, pagi-pagi pengennya dibangunin, siangnya dikit pengen tau beliau lagi ngapain, ngapain aja kita ngasih kabar,setiap ketika pengennya dijemput, bahkan mau makan pun kita pengen ditemenin meskipun dari jauh.
Dalam banyak hal kita selalu mengandalkan beliau dan menginginkan beliau ada disekitar kita.
Pengennya perhatian biar mesra, tapi caranya yang keliru. Kekeliruannya yaitu kita telah menyeting waktu sedemikian ketat dengannya tanpa memberi kebebasan. Hidup kita satu hari penuh seperti hanya untuk dia.
Tanpa kita sadari hal itu telah mengarahkan diri kita menuju kerapuhan.
Karena cara yang kita lakukan ibarat ini akan gampang menciptakan kita terjatuh, ketika tiba-tiba beliau menghilang dari kehidupan kita.
Hidup yang semula ramai alasannya yaitu ada dia, bisa berubah seketika menjadi tenang ketika tak ada dirinya.
Karena ketergantungan inilah yang kesudahannya menciptakan kita sulit untuk bangun ketika mendapatkan sakit. Apakah itu yang kau harapkan?
Maka alangkah baik didalam menjalani korelasi dilakukan secara alamiah. Perhatian yang kita lakukan tidaklah bergantung kepada kuantitas, melainkan mengedepankan kualitas.
Hilangkan kebiasaan kau yang terlalu fokus ke dia. Hidup kau seharusnya harus normal ibarat orang lainnya. Ada waktu yang kau sediakan juga untuk sahabat kau dan keluarga.
Jika kau hanya terpusat ke korelasi kau saja, maka pemikiran kau pun hanya akan berputar disitu saja. Ketika itu kau lakukan terus menerus sama aja kau menciptakan diri kau seolah tak bisa hidup tanpa dia. Bagaimana jikalau kesudahannya beliau pergi.
Alangkah etisnya jikalau kau mulai merubah pemikiran kau dengan mulai berpikir wacana hidup kau sendiri. Mengejar mimpi dan citamu, menggapai masa depanmu biar lebih cerah.
Akhir kata, itulah beberapa hal yang bisa dilakukan biar tidak terlalu berharap dengan pacar. Karena bagaimanapun sesuatu yang berlebihan tidaklah wajar. Tidak elok jikalau kita memperlakukan sesuatu secara tidak semestinya, alasannya yaitu pada kesudahannya akan menciptakan diri kita menjadi rugi sendiri.
Oh ya!!!! Jika masih ada yang menganjal dan menjadi pertanyaan, maka kau bisa menuliskannya dikolom komentar. kita diskusikan bersama problem seputar korelasi cinta untuk menemukan solusi terbaik.
